ternyata hanya seperti ini ?

ternyata hanya seperti ini, seringkali pikiran itu mampir ketika melihat sesuatu yang kita nilai dengan ekspektasi yang tinggi ternyata tidak setinggi sebagaimana yang kita pikirkan. saya pernah bertemu dengan ketua bem di kampus saya dan ternyata dia hanya manusia biasa yang sama seperti saya, begitu juga dengan para aktivis dakwah di kampus saya. ekspektasi saya terlalu tinggi dan melampaui batas. ternyata mereka semua hanya manusia biasa yang sering berbuat kesalahan bahkan cenderung belum dapat bersikap sesuai dengan posisinya. pengalaman lain mengenai hal ini ketika saya pernah solat jumat satu mesjid dengan wakil presiden, setelah solat usai saya berpapasan dengan wapres dan seketika itu juga saya muncul dalam benak saya bahwa apa yang ada pada wapres juga ada pada saya. wapres melihat dengan dua mata, saya memilikinya, wapres berjalan dengan dua kaki, sayapun begitu, wapres mendengar dengan dua telinga begitu juga saya, wapres berpikir dengan  otak begitu juga saya. hal yang sama juga saya temui ketika berpapasan dengan  presiden di rumah kakek saya. ia bertahan hidup dengan cara yang sama dengan saya.  kesimpulannya adalah wapres dan presiden adalah manusia biasa yang sama seperti saya. namun kenapa kita berada di posisi yang berbeda. saya rakyat biasa dan beliau adalah seorang tokoh di indonesia yang begitu berkuasa. masalahnya ternyata ada pada ilmu, sikap, iman, pengalaman, prinsip dan pandangan hidup yang mereka miliki. mereka orang-orang biasa yang berusaha menjadi luar biasa, dengan usaha dan sikap hidup yang luar biasa pula. mereka pintar memanfaatkan dengan maksimal segala anugerah dan waktu yang Allah berikan kepadanya. indonesia yang seluas ini dan nyawa berjuta-juta orang di dalamnya dipegang  dalam genggaman kepada kedua orang ini. subhanallah kekuasaan yang telah diberikan Allah SWT kepada kedua anak manusia ini.

jadi begitulah kesimpulan yang saya dapat. tidak ada manusia yang terlalu tinggi, terlalu mulia, terlalu pintar ,dan terlalu soleh. ekspektasi yang tinggi hanya pantas disematkan kepada baginda besar Rasulullah SAW dan saya yakin hanya Rasulullah yang sesuai dengan penilaian saya, bahkan mungkin penilaian saya terlalu rendah untuk Rasulullah SAW, sang pemimpin di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan